What Makes a Student: The Quality of a True Learner

 

How SPH Trains Students to be True Learners

(Artikel Bahasa Indonesia tersedia)

As an educational institution called to educate the future generation, Sekolah Pelita Harapan (SPH) seeks to stay faithful to its vision and mission. By providing an excellent quality of holistic education with the world-acclaimed International Baccalaureate (IB) curriculum, the whole process of teaching and learning in this school is designed in such a way to train students to be true learners.

The academic year 2016/2017 has just ended, and we are proud to congratulate the 2017 graduates who finished the IB Diploma Program with outstanding result. In the last five years, the average score in the Diploma program for SPH students continues to rise steadily, exceeding the world average IB rate. Additionally, we are also proud that one of SPH Lippo Village students achieved a perfect IB score of 45/45 – for the second time since 2015.

If we broaden our perspective beyond the scores alone, we have to acknowledge that to achieve an outstanding result is the accumulation of a whole learning process. SPH recognizes the importance of result, but the process that must be gone through is not less important.  We seek to educate each student not to be a person who is merely pursuing the perfect score, but to love the process of learning itself. Through the IB curriculum, students are trained to take responsibility for their own learning.

One of the distinctive features of the IB is that it has a more direct focus on students’ development to inquire, observe, and articulate their opinion publicly and also to critique the things that they learn. The role of teachers is not to feed the students with a lot of theories in a rigid, one-directional way, but to be a catalyst for learning that encourage the students to learn independently and interdependently.

IB students also trained to be risk-takers that will not give up in facing challenges and difficulties. They are consistent, resilient and determined. Therefore, educators at SPH help the students to be motivated to keep improving their self and encourage them to move forward. These qualities of a student will eventually impact their later lives, creating lifelong learners and innovators.

Furthermore, SPH also leads students to understand that the whole process of learning must be related to their faith in God so that they learn truly from their heart: “Whatever you do, work at it with all your heart, as working for the Lord, not for human masters,” (Col. 3:23).

The motive of a student to love the learning process is to know God more deeply through any subjects they learn, and also to be responsible to God for every talents and capacities that He had given. And throughout the learning process, they depend on God’s strength in facing difficulties and challenges. At last, they strive for excellence and for the best result, not for their name sake, but to give back glory to God.

We trust that SPH graduates will become whole, integrated and mature people, ready to serve God and contribute to society in the future. So, what makes a student to be a true learner?  To learn with heart: by loving the learning process, having resilient and determined attitude, consistently improving their quality, and striving for excellence, for God’s glory alone.

 


Esensi dari Seorang Siswa: Kualitas dari Seorang Pelajar Sejati

Bagaimana SPH Melatih Siswa menjadi Pelajar Sejati

Sebagai institusi pendidikan yang terpanggil untuk mendidik generasi masa depan, Sekolah Pelita Harapan (SPH) berusaha untuk tetap setia dengan visi dan misinya. Dengan memberikan pendidikan holistik yang berkualitas dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang diakui dunia, seluruh proses belajar dan mengajar di sekolah ini dirancang sedemikian rupa untuk melatih siswa-siswanya menjadi pelajar sejati.

Tahun ajaran 2016/2017 telah berakhir, dan kami dengan bangga memberi selamat kepada para lulusan angkatan 2017 yang telah menyelesaikan Program Diploma IB dengan hasil yang sangat memuaskan. Selama lima tahun terakhir, rata-rata nilai Program Diploma dari siswa SPH terus meningkat secara konsisten, melebihi rata-rata nilai IB dunia. Tak hanya itu, kami juga bangga bahwa salah satu siswa dari SPH Lippo Village berhasil mendapatkan nilai sempurna dari IB, yaitu 45/45 – untuk kedua kalinya sejak tahun 2015.

Jika kita memperluas perspektif kita melampaui cakupan nilai saja, kita harus menyadari bahwa untuk mencapai hasil nilai yang memuaskan merupakan akumulasi dari seluruh proses pembelajaran. SPH menyadari pentingnya hasil nilai, namun proses yang harus dilewati juga tak kalah penting. Kami berkomitmen untuk mendidik setiap siswa bukan hanya mengejar hasil nilai yang sempurna, tetapi yang terutama untuk mencintai proses belajar itu sendiri. Melalui kurikulum IB, para siswa dilatih untuk bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri.

Salah satu ciri khas dari kurikulum IB yaitu lebih fokus kepada perkembangan siswa untuk menyelidiki, mengamati dan mengartikulasi opini mereka kepada publik, serta mengkritisi hal-hal yang mereka pelajari. Peran guru bukanlah “mencekoki” para siswa dengan banyak teori dalam cara yang kaku dan satu arah, melainkan untuk menjadi katalisator bagi pembelajaran yang mendorong siswa belajar secara mandiri.

Siswa-siswa IB juga dilatih untuk menjadi orang yang berani mengambil resiko dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan maupun kesulitan. Mereka konsisten, tangguh dan penuh tekad. Oleh karena itulah, para pendidik di SPH menolong setiap siswa untuk senantiasa termotivasi untuk terus memperbaiki diri dan terus maju. Kualitas-kualitas seorang siswa seperti ini akan mempengaruhi kehidupan mereka selanjutnya, menghasilkan pelajar seumur hidup dan inovator ulung.

Lebih jauh lagi, SPH juga mengarahkan setiap siswanya untuk memahami bahwa seluruh proses pembelajaran harus dikaitkan dengan iman mereka kepada Tuhan, sehingga mereka belajar sungguh-sungguh dari hati: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,” (Kol. 3:23).

Motif utama seorang siswa untuk mencintai proses belajar adalah untuk semakin mengenal Tuhan lebih dalam melalui setiap pelajaran, sekaligus juga untuk mempertanggung jawabkan setiap talenta dan kemampuan yang Tuhan sudah berikan. Dalam seluruh proses pembelajaran tersebut, siswa juga bergantung kepada kekuatan dari Tuhan dalam menghadapi setiap tantangan dan kesulitan. Pada akhirnya, mereka berusaha sekuat tenaga untuk mencapai hasil yang terbaik, bukan demi dirinya sendiri, namun untuk mengembalikan kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Kami percaya bahwa lulusan SPH akan menjadi pribadi yang utuh, terintegrasi dan dewasa, siap untuk melayani Tuhan maupun berkontribusi bagi masyarakat di masa yang akan datang. Jadi, apa yang membuat seorang siswa menjadi pelajar sejati? Yaitu belajar dari hati: dengan mencintai proses belajar, memiliki sikap tangguh dan penuh tekad, secara konsisten memperbaiki kualitas diri, dan mengusahakan yang terbaik, demi kemuliaan Tuhan.


More Related News & Articles:

12 Reasons Why SPH is for You

Teaching the Mind, Transforming the Heart

Quality Teachers

SPH Lippo Village Class of 2019 Graduates Profile

SPH Sentul City Class of 2019 Graduates Profile

SPH Lippo Village Awards 2018/2019

Sekolah Pelita Harapan Class of 2018 University Acceptance

SPH Sentul City Class of 2018 IB Diploma Program Results

SPH Kemang Village Class of 2018 IB Diploma Program Results

SPH Lippo Cikarang Class of 2018 IB Diploma Program Results

SPH Lippo Village Class of 2018 IB Diploma Program Results

Prepares for Higher Education, Equips for Life

Rise Above the World