ID
ID

Alumni Kami: Warisan Berkelanjutan

"Saya menghabiskan tujuh tahun transformatif di Sekolah Pelita Harapan, dari kelas 6 hingga lulus di kelas 12 pada tahun 2004. Masa-masa di SPH tidak hanya membentuk fondasi akademis saya, tetapi juga identitas, nilai-nilai, dan relasi saya dengan komunitas SPH. Saat ini, saya berpforfesi sebagai pendiri Innergrowth, sebuah perusahaan yang menawarkan layanan konseling dan pelatihan. Saya juga pernah menjadi konselor karier di SPH Lippo Village selama tujuh tahun, mendukung siswa dan lulusan baru saat mereka menavigasi lagnkah mereka setelah lulus dari SPH. Selain itu, saya adalah Presiden SPH Alumni Network dan orang tua SPH, yang memungkinkan saya untuk terlibat dengan sekolah ini dari berbagai perspektif yang bermakna. Sebagai alumni SPH, kami memiliki budaya dan rasa persahabatan yang khas. Ada benang merah di antara kita—komunikasi yang jelas, nilai-nilai kepemimpinan, dan semangat keunggulan, yang biasanya diungkapkan melalui prestasi akademis, pelayanan, dan atletik. Setiap kali saya bertemu sesama alumni SPH, selalu ada koneksi instan yang kerap kali ditandai dengan penggunaan bahasa “gado-gado” dan pembicaraan hangat sambil mengenang guru-guru yang telah memberikan banyak hal dalam hidup kita." (termasuk mereka yang pernah kita buat kesal!) Kami sangat menghargai para pendidik kami dan banyak dari kami tetap terhubung lama setelah lulus. SPH Alumni Network hadir untuk memupuk hubungan seumur hidup ini. Kami memiliki tiga misi utama: menghubungkan kembali para alumni dengan mantan guru dan staf; membangun komunitas melalui minat bersama seperti ultimate frisbee, voli, tenis, dan banyak lagi; dan menciptakan jalur bagi alumni senior untuk membimbing dan mendukung lulusan yang lebih muda saat mereka menavigasi karier dan kehidupan. Bagi kami, tetap terhubung berarti terus tumbuh bersama, dari generasi ke generasi."

Alumni Kami: Warisan Berkelanjutan

"Saya menghabiskan tujuh tahun transformatif di Sekolah Pelita Harapan, dari kelas 6 hingga lulus di kelas 12 pada tahun 2004. Masa-masa di SPH tidak hanya membentuk fondasi akademis saya, tetapi juga identitas, nilai-nilai, dan relasi saya dengan komunitas SPH. Saat ini, saya berpforfesi sebagai pendiri Innergrowth, sebuah perusahaan yang menawarkan layanan konseling dan pelatihan. Saya juga pernah menjadi konselor karier di SPH Lippo Village selama tujuh tahun, mendukung siswa dan lulusan baru saat mereka menavigasi lagnkah mereka setelah lulus dari SPH. Selain itu, saya adalah Presiden SPH Alumni Network dan orang tua SPH, yang memungkinkan saya untuk terlibat dengan sekolah ini dari berbagai perspektif yang bermakna. Sebagai alumni SPH, kami memiliki budaya dan rasa persahabatan yang khas. Ada benang merah di antara kita—komunikasi yang jelas, nilai-nilai kepemimpinan, dan semangat keunggulan, yang biasanya diungkapkan melalui prestasi akademis, pelayanan, dan atletik. Setiap kali saya bertemu sesama alumni SPH, selalu ada koneksi instan yang kerap kali ditandai dengan penggunaan bahasa “gado-gado” dan pembicaraan hangat sambil mengenang guru-guru yang telah memberikan banyak hal dalam hidup kita." (termasuk mereka yang pernah kita buat kesal!) Kami sangat menghargai para pendidik kami dan banyak dari kami tetap terhubung lama setelah lulus. SPH Alumni Network hadir untuk memupuk hubungan seumur hidup ini. Kami memiliki tiga misi utama: menghubungkan kembali para alumni dengan mantan guru dan staf; membangun komunitas melalui minat bersama seperti ultimate frisbee, voli, tenis, dan banyak lagi; dan menciptakan jalur bagi alumni senior untuk membimbing dan mendukung lulusan yang lebih muda saat mereka menavigasi karier dan kehidupan. Bagi kami, tetap terhubung berarti terus tumbuh bersama, dari generasi ke generasi."

Alumni Kami: Warisan Berkelanjutan

"Saya menghabiskan tujuh tahun transformatif di Sekolah Pelita Harapan, dari kelas 6 hingga lulus di kelas 12 pada tahun 2004. Masa-masa di SPH tidak hanya membentuk fondasi akademis saya, tetapi juga identitas, nilai-nilai, dan relasi saya dengan komunitas SPH. Saat ini, saya berpforfesi sebagai pendiri Innergrowth, sebuah perusahaan yang menawarkan layanan konseling dan pelatihan. Saya juga pernah menjadi konselor karier di SPH Lippo Village selama tujuh tahun, mendukung siswa dan lulusan baru saat mereka menavigasi lagnkah mereka setelah lulus dari SPH. Selain itu, saya adalah Presiden SPH Alumni Network dan orang tua SPH, yang memungkinkan saya untuk terlibat dengan sekolah ini dari berbagai perspektif yang bermakna. Sebagai alumni SPH, kami memiliki budaya dan rasa persahabatan yang khas. Ada benang merah di antara kita—komunikasi yang jelas, nilai-nilai kepemimpinan, dan semangat keunggulan, yang biasanya diungkapkan melalui prestasi akademis, pelayanan, dan atletik. Setiap kali saya bertemu sesama alumni SPH, selalu ada koneksi instan yang kerap kali ditandai dengan penggunaan bahasa “gado-gado” dan pembicaraan hangat sambil mengenang guru-guru yang telah memberikan banyak hal dalam hidup kita." (termasuk mereka yang pernah kita buat kesal!) Kami sangat menghargai para pendidik kami dan banyak dari kami tetap terhubung lama setelah lulus. SPH Alumni Network hadir untuk memupuk hubungan seumur hidup ini. Kami memiliki tiga misi utama: menghubungkan kembali para alumni dengan mantan guru dan staf; membangun komunitas melalui minat bersama seperti ultimate frisbee, voli, tenis, dan banyak lagi; dan menciptakan jalur bagi alumni senior untuk membimbing dan mendukung lulusan yang lebih muda saat mereka menavigasi karier dan kehidupan. Bagi kami, tetap terhubung berarti terus tumbuh bersama, dari generasi ke generasi."

Membina Hubungan Lintas Generasi

Ikatan komunitas SPH bertahan seumur hidup. Selama beberapa dekade, jaringan alumni kami yang kuat telah berkembang secara global, berakar pada pengalaman bersama dalam pendidikan yang berpusat pada Kristus. Kami sangat bangga dengan lebih dari 3.000 alumni kami, yang sekarang melayani sebagai pemimpin berpengaruh dan profesional berdedikasi di berbagai industri, terus berkontribusi untuk perbaikan masyarakat. Kami percaya bahwa tetap terhubung adalah cara terbaik untuk memanfaatkan jaringan yang kuat ini, membangun hubungan yang bermakna, serta membuka pintu kesempatan.

Membina Hubungan Lintas Generasi

Ikatan komunitas SPH bertahan seumur hidup. Selama beberapa dekade, jaringan alumni kami yang kuat telah berkembang secara global, berakar pada pengalaman bersama dalam pendidikan yang berpusat pada Kristus.

Kami sangat bangga dengan lebih dari 3.000 alumni kami, yang sekarang melayani sebagai pemimpin berpengaruh dan profesional berdedikasi di berbagai industri, terus berkontribusi untuk perbaikan masyarakat. Kami percaya bahwa tetap terhubung adalah cara terbaik untuk memanfaatkan jaringan yang kuat ini, membangun hubungan yang bermakna, serta membuka pintu kesempatan.

Membina Hubungan Lintas Generasi

Ikatan komunitas SPH bertahan seumur hidup. Selama beberapa dekade, jaringan alumni kami yang kuat telah berkembang secara global, berakar pada pengalaman bersama dalam pendidikan yang berpusat pada Kristus. Kami sangat bangga dengan lebih dari 3.000 alumni kami, yang sekarang melayani sebagai pemimpin berpengaruh dan profesional berdedikasi di berbagai industri, terus berkontribusi untuk perbaikan masyarakat. Kami percaya bahwa tetap terhubung adalah cara terbaik untuk memanfaatkan jaringan yang kuat ini, membangun hubungan yang bermakna, serta membuka pintu kesempatan.

Program Homecoming Alumni

Kami percaya bahwa fondasi pendidikan Kristen yang Anda terima di SPH sangat berharga. Jika Anda pernah terdaftar di SPH selama minimal dua tahun, kami mengundang Anda untuk memberikan anak-anak Anda pendidikan berkualitas yang sama melalui Program Homecoming Alumni kami.

Program ini menawarkan manfaat khusus bagi alumni yang mendaftarkan anak-anak mereka ke SPH. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kelayakan dan penawaran, silakan hubungi Tim Penerimaan kami.

Dengar dari Alumni Kami

Di SPH, kami didorong untuk tidak hanya menghafal teori akademis. Sehari-hari, kami didorong untuk mengarahkan pandangan kami dari buku pelajaran ke dunia yang terbentang di sekitar kami untuk menyelidiki pertanyaan: Bagaimana kita dapat menggunakan apa yang kita ketahui untuk membantu orang lain? Sangat mudah bagi sekolah mana pun untuk mengajar teori kepada siswanya. Tetapi menanamkan rasa tujuan yang mendalam dalam mengejar pengetahuan itulah yang menurut saya membedakan pengalaman di SPH dari yang lain.

SPH benar-benar mengajari kami bukan hanya apa yang harus dipikirkan tetapi juga bagaimana cara berpikir, yang menurut saya sangat penting. SPH tidak hanya fokus pada akademis tetapi juga pada pengembangan pribadi dan pembentukan karakter melalui berbagai sesi tatap muka personal dengan guru-guru kami. Hal ini membantu upaya kami dalam mengembangkan diri menjadi agen perubahan yang akan memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitar kami.

Kurikulum yang diajarkan di SPH LC, khususnya IB, telah memberi saya kesempatan untuk memilih mata pelajaran apa pun yang ditawarkan oleh sekolah, memberi kami kebebasan untuk mempelajari apa yang benar-benar kami sukai. Kami dilatih untuk menulis esai, membuat dan menyampaikan presentasi yang komprehensif, dan menyelesaikan ujian yang menantang, yang terbukti sangat bermanfaat di universitas. Keunggulan lain dari SPH adalah relasi yang kuat antara guru dan siswa. Menurut saya, ini berbeda dari sekolah lainnya. Guru-guru saya selalu memberikan upaya terbaik mereka dan berusaha membuat pembelajaran interaktif bagi kami. Mereka selalu siap sedia untuk mendukung kami dalam berbagai aspek.

Carys Mihardja

Angkatan 2022

Dengar dari Alumni Kami

Di SPH, kami didorong untuk tidak hanya menghafal teori akademis. Sehari-hari, kami didorong untuk mengarahkan pandangan kami dari buku pelajaran ke dunia yang terbentang di sekitar kami untuk menyelidiki pertanyaan: Bagaimana kita dapat menggunakan apa yang kita ketahui untuk membantu orang lain? Sangat mudah bagi sekolah mana pun untuk mengajar teori kepada siswanya. Tetapi menanamkan rasa tujuan yang mendalam dalam mengejar pengetahuan itulah yang menurut saya membedakan pengalaman di SPH dari yang lain.

SPH benar-benar mengajari kami bukan hanya apa yang harus dipikirkan tetapi juga bagaimana cara berpikir, yang menurut saya sangat penting. SPH tidak hanya fokus pada akademis tetapi juga pada pengembangan pribadi dan pembentukan karakter melalui berbagai sesi tatap muka personal dengan guru-guru kami. Hal ini membantu upaya kami dalam mengembangkan diri menjadi agen perubahan yang akan memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitar kami.

Kurikulum yang diajarkan di SPH LC, khususnya IB, telah memberi saya kesempatan untuk memilih mata pelajaran apa pun yang ditawarkan oleh sekolah, memberi kami kebebasan untuk mempelajari apa yang benar-benar kami sukai. Kami dilatih untuk menulis esai, membuat dan menyampaikan presentasi yang komprehensif, dan menyelesaikan ujian yang menantang, yang terbukti sangat bermanfaat di universitas. Keunggulan lain dari SPH adalah relasi yang kuat antara guru dan siswa. Menurut saya, ini berbeda dari sekolah lainnya. Guru-guru saya selalu memberikan upaya terbaik mereka dan berusaha membuat pembelajaran interaktif bagi kami. Mereka selalu siap sedia untuk mendukung kami dalam berbagai aspek.

Carys Mihardja

Angkatan 2022

Dengar dari Alumni Kami

Di SPH, kami didorong untuk tidak hanya menghafal teori akademis. Sehari-hari, kami didorong untuk mengarahkan pandangan kami dari buku pelajaran ke dunia yang terbentang di sekitar kami untuk menyelidiki pertanyaan: Bagaimana kita dapat menggunakan apa yang kita ketahui untuk membantu orang lain? Sangat mudah bagi sekolah mana pun untuk mengajar teori kepada siswanya. Tetapi menanamkan rasa tujuan yang mendalam dalam mengejar pengetahuan itulah yang menurut saya membedakan pengalaman di SPH dari yang lain.

SPH benar-benar mengajari kami bukan hanya apa yang harus dipikirkan tetapi juga bagaimana cara berpikir, yang menurut saya sangat penting. SPH tidak hanya fokus pada akademis tetapi juga pada pengembangan pribadi dan pembentukan karakter melalui berbagai sesi tatap muka personal dengan guru-guru kami. Hal ini membantu upaya kami dalam mengembangkan diri menjadi agen perubahan yang akan memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitar kami.

Kurikulum yang diajarkan di SPH LC, khususnya IB, telah memberi saya kesempatan untuk memilih mata pelajaran apa pun yang ditawarkan oleh sekolah, memberi kami kebebasan untuk mempelajari apa yang benar-benar kami sukai. Kami dilatih untuk menulis esai, membuat dan menyampaikan presentasi yang komprehensif, dan menyelesaikan ujian yang menantang, yang terbukti sangat bermanfaat di universitas. Keunggulan lain dari SPH adalah relasi yang kuat antara guru dan siswa. Menurut saya, ini berbeda dari sekolah lainnya. Guru-guru saya selalu memberikan upaya terbaik mereka dan berusaha membuat pembelajaran interaktif bagi kami. Mereka selalu siap sedia untuk mendukung kami dalam berbagai aspek.

Carys Mihardja

Angkatan 2022

AKREDITASI & KEANGGOTAAN

Hak cipta ©2025 Sekolah Pelita Harapan. Hak cipta dilindungi undang-undang.

AKREDITASI & KEANGGOTAAN

Hak cipta ©2025 Sekolah Pelita Harapan. Hak cipta dilindungi undang-undang.

AKREDITASI & KEANGGOTAAN

Hak cipta ©2025 Sekolah Pelita Harapan. Hak cipta dilindungi undang-undang.